Beranda / Nasional / Kemenkum RI Bangun Aliansi Besar dengan 202 Kampus di Jabar, Dorong Riset Jadi Kekuatan Ekonomi Nasional

Kemenkum RI Bangun Aliansi Besar dengan 202 Kampus di Jabar, Dorong Riset Jadi Kekuatan Ekonomi Nasional

KABAR JAWA BARAT — Pemerintah terus memperkuat transformasi hasil riset perguruan tinggi menjadi kekuatan ekonomi baru. Melalui agenda “Whats Up Kemenkum Campus Calls Out ITB”, Kementerian Hukum RI bersama Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Barat resmi membangun kolaborasi besar dengan 202 perguruan tinggi di Jawa Barat guna mempercepat pengembangan inovasi dan perlindungan kekayaan intelektual.

Kegiatan yang berlangsung di Sasana Budaya Ganesa (Sabuga) Institut Teknologi Bandung, Selasa (12/5/2026), menjadi salah satu forum kolaborasi pendidikan dan hukum terbesar di Indonesia tahun ini.

Menteri Hukum RI Supratman Andi Agtas hadir langsung bersama jajaran Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, pemerintah daerah, akademisi, serta para pimpinan perguruan tinggi dari berbagai wilayah di Jawa Barat.

Dalam sambutannya, Supratman menekankan bahwa Indonesia tidak boleh hanya menjadi negara penghasil riset tanpa manfaat ekonomi nyata. Ia menilai perguruan tinggi harus mampu menjadi pusat lahirnya inovasi strategis yang dapat dikembangkan menjadi aset industri nasional.

“Riset harus naik kelas menjadi produk bernilai ekonomi. Karena itu perlindungan kekayaan intelektual dan hilirisasi inovasi menjadi kunci penting menuju daya saing bangsa,” ujarnya.

Momentum utama kegiatan ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Barat dengan Institut Teknologi Bandung yang dilakukan Kepala Kanwil Kemenkum Jabar Asep Sutandar bersama Rektor ITB Tatacipta Dirgantara.

Tak hanya dengan ITB, Kanwil Kemenkum Jabar juga memperluas jaringan kolaborasi melalui penandatanganan kerja sama dengan LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kota Cimahi, serta 202 perguruan tinggi negeri dan swasta di Jawa Barat.

Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kemenkum Jawa Barat, Hemawati Br Pandia, menyebut kerja sama ini sebagai langkah konkret membangun ekosistem inovasi berbasis kekayaan intelektual yang lebih terintegrasi.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki potensi besar dalam menghasilkan invensi dan karya ilmiah, namun masih membutuhkan dukungan perlindungan hukum serta akses hilirisasi agar hasil riset dapat dimanfaatkan secara luas.

Forum nasional tersebut juga menghadirkan sesi podshow dan diskusi interaktif yang menghadirkan sejumlah tokoh nasional seperti Gita Wirjawan, Rocky Gerung, Stella Christie, dan Veinardi Suendo.

Mereka membahas tantangan pengembangan inovasi nasional, mulai dari budaya riset, perlindungan paten, hingga pentingnya membangun hubungan erat antara kampus dan industri.

Selain penguatan kolaborasi pendidikan dan inovasi, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual juga menyerahkan Sertifikat Kekayaan Intelektual Komunal kategori Ekspresi Budaya Tradisional kepada sejumlah daerah di Jawa Barat sebagai bentuk perlindungan budaya lokal dari klaim pihak lain.

Kegiatan semakin semarak dengan hadirnya 22 booth layanan dan pameran inovasi yang memperlihatkan berbagai hasil karya perguruan tinggi, layanan kekayaan intelektual, administrasi hukum umum, hingga dukungan sektor industri dan perbankan.

Langkah besar ini dinilai menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tengah mendorong lahirnya ekosistem inovasi nasional yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga mampu menciptakan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat dan industri Indonesia.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *