KABARJAWABARAT, BANDUNG – Senin malam (6/4/2026) bukan sekadar malam Rakor biasa di Hotel Novotel Jalan Cihampelas. Bagi PAN Jawa Barat, malam itu adalah titik start.
Dalam satu ruangan, 27 map biru berpindah tangan. Isinya: Surat Keputusan pengesahan kepengurusan DPD PAN se-Jawa Barat. Yang menyerahkan: Sekjen DPP PAN Eko Patrio, mewakili Ketua Umum Zulkifli Hasan.
“Ini peluit kick-off. Bukan seremoni. Target kita jelas: dari 7 besar, lompat ke 4 besar nasional,” tegas Eko di depan para Ketua DPD, Sekretaris DPW PAN Jabar Ivan Fadilla, dan Ketua DPW Ahmad Najib Qodratullah yang hadir secara daring.
Taruhan Angka PAN: 70 Kursi, 11 dari Jabar
Eko tak main aman dengan target. Secara nasional, PAN mematok 70 kursi DPR RI — naik 22 kursi dari 48 kursi saat ini. Jawa Barat, sebagai lumbung suara terbesar, kebagian tugas berat: menaikkan perolehan dari 8 menjadi 11 kursi DPR RI.
“Berat? Iya. Mustahil? Tidak, kalau mesin partai hidup sampai akar rumput,” ujarnya. Ia menekankan dua kunci: penguatan struktur hingga tingkat paling bawah dan program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Rakor yang diawali menyanyikan Indonesia Raya dan sambutan Ketua DPW itu memang sengaja digelar lebih cepat. “Konsolidasi menuju kemenangan Pemilu dan Pilkada tidak bisa ditunda. SK ini adalah surat perintah untuk bergerak,” tambah Eko.
Jabar Mode Tempur
Dengan 27 SK sudah di tangan pengurus baru, PAN Jabar menyatakan siap masuk mode tempur 2029. Rakor ini sekaligus jadi penegasan: PAN tak mau hanya hadir di tengah masyarakat, tapi menang.
“Kerja keras dan konsolidasi berkelanjutan. Tidak ada jeda sampai 2029,” tutup Eko.
Artinya, mulai Senin malam kemarin, mesin PAN di 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat resmi dinyalakan.***
(Red/Evi Arifin)






