Beranda / Teknologi / Koalisi Kampus–Negara–Industri Menguat, UKRI Kawal Implementasi Program 3 Juta Rumah

Koalisi Kampus–Negara–Industri Menguat, UKRI Kawal Implementasi Program 3 Juta Rumah

Dari sisi kebijakan dan eksekusi, Muhidin menilai program ini memiliki efek berantai yang signifikan. Selain memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak, pembangunan masif sektor perumahan juga diyakini mampu menggerakkan berbagai sektor pendukung, mulai dari konstruksi hingga industri bahan bangunan.

Perumnas, lanjutnya, siap mengambil peran aktif melalui penyediaan lahan strategis dan skema kepemilikan yang inklusif bagi berbagai kelompok masyarakat, termasuk MBR, tenaga pendidik, relawan SPPG dan pekerja sektor publik lainnya.

Sementara itu, perspektif inovasi dibawa oleh Dadi Hermana yang mendorong agar kawasan perumahan masa depan tidak hanya berorientasi pada tempat tinggal, tetapi juga pada ketahanan hidup penghuninya. Ia mengusulkan penerapan konsep Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang mengintegrasikan pemanfaatan lahan rumah untuk kebutuhan pangan dan ekonomi keluarga.

“Perumahan harus menjadi pusat kehidupan yang produktif. Dengan pendekatan Sustainable Home Farming, masyarakat tidak hanya tinggal, tetapi juga mampu bertahan dan berkembang secara ekonomi,” ungkapnya.

Kehadiran unsur akademisi UKRI seperti Suryaman, Bernard Nurman, dan Irham semakin memperkuat arah transformasi kampus sebagai laboratorium solusi nyata bagi persoalan nasional.

Sinergi yang terbangun dalam forum ini mencerminkan pendekatan baru pembangunan perumahan di Indonesia—tidak lagi sektoral, melainkan kolaboratif dan berkelanjutan. Dengan fondasi tersebut, program 3 juta rumah diharapkan mampu menghadirkan lebih dari sekadar hunian: sebuah ekosistem kehidupan yang adaptif, produktif, dan inklusif.***

Halaman: 1 2

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *